Perbaikan Saluran Air Sebentar lagi mulai masuk musim hujan. Harusnya pihak Pemkot Bekasi yang dalam hal ini Kecamatan Medan Satria sudah mulai mengantisipasinya agar warga tidak kebanjiran. Misalnya dengan Pengerukan saluran air. Kira-kira kapan bisa dilaksanakan.
------------------------------------------
Perbaikan Majid Al Furqon Saya tidak tinggal di HI....tapi setiap hari lewat HI. Sedih banget klo lewat jalan boulevard hijau....ruko di kanan kiri dah hampir berdiri megah hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun....tapi mesjid AL-FURQON hingga hari ini masih setengah jadi....sebagai muslim, malu banget rasa'a.
------------------------------------------
HARAPAN INDAH (THI) - Pelaku kejahatan yang menggunakan ranjau paku untuk mengincar calon korbannya, mulai memasuki wilayah Kota Harapan Indah dan sekitarnya. Karenanya, warga Kota Harapan Indah dan sekitarnya diminta untuk ekstra hati-hati jika mengalami ban kemps mendadak di Jalan Raya Bekasi, baik menuju arah Jakarta maupun ke Kota Bekasi, terutama di sekitar Kranji.
Naas itu menimpa warga Cluster Nirwana, Taman Harapan Baru bernama Untung Armedya Lubis. Pada Rabu (23/12) sekitar pukul 07.15 ketika hendak berangkat menuju kantornya di kawasan Cikarang, tiba-tiba ban mobil Innova miliknya mengalami kempes di sebelah kanan belakang.
Tanpa rasa curiga, Untung dan sopirnya turun. Namun, dalam sekejap, dua pria yang menggunakan sepeda motor langsung membuka pintu samping belakang dan langsung meraih barang-barang berharga milknya berupa laptop, uang senilai Rp2 juta, dan sejumlah dokumen penting lainnya.
“Kejadiannya begitu cepat. Hanya hitungan detik,” ujar Untung kepada THI.
Begitu Untung memeriksa ban mobilnya yang kempes, ternyata ditemukan ranjau paku yang terbuat dari bekas jari-jari payung. “Kalau paku biasa, untuk ban tubles tentu anginnya lama habis. Tetapi, dengan ranjau paku yang diruncingkan dari bekas jari-jari paying ini, di mana di tengahnya berlubang, angin dari ban langsung keluar,” papar Untung.
Untung melaporkan kasusnya tersebut ke Polsek Medan Satria. Dari Polsek setempat, dia mendapat kabar bahwa para pelaku kejahatan dengan menggunakan ranjau paku memang sudah menelan sejumlah korban di Kota Harapan Indah.
“Dari Polsek saya dapat laporan bahwa paku ranjau itu sering ditebar di tikungan kawasan perumahan Boulevard. Ya, paling tidak pengalaman pahit ini buat pelajaran kepada warga lainnya agar lebih berhati-hati,” pinta Untung, ayah dari tiga anak yang juga general manajer di salah satu perusahaan otomotif di Cikarang. (zas)